Hati-hati, Menahan BAB bisa menyebabkan Kematian


Buang Air Besar alias bab adalah kodrat semua makluk hidup yang bergerak. Karena makan dan tubuhnya tidak menyerap makanan secara 100% maka ada sisa yang harus dibuang. Namanya sisa maka zat tersebut tidak dibutuhkan tubuh dan memiliki kecenderungan meracuni. Karena itulah bab secara teratur adalah bagian dari gaya hidup sehat.

menahan bab bisa mati

Sebaliknya menahan bab karena alasan apapun sangat tidak sehat. Secara jangka pendek anda memaksa otot perut berkontraksi untuk alasan yang tidak menguntungkan tubuh. Jika agak lama anda tidak bab, zat-zat racun itu sedikit demi sedikit akan terserap kembali oleh tubuh dan meracuni organ-organ dalam. Hati dan ginjal adalah organ yang paling dibebani kotoran yang ada dalam darah. Jika ini berlangsung lama bisa jadi terjadi kegagalan fungsi organ.

Hal inilah yang dihadapi seorang penderita autisme asal inggris yang bernama emily. Beliau memiliki phobia yang sangat hebat terhadap toilet. Selama hidupnya dia sering menahan bab dan orang tuanya selalu perlu memaksanya untuk buang air. Karena itu hampir setiap bulan dia selalu berurusan dengan dokter dan rumah sakit karena masalah perut.

Suatu ketika tubuhnya tidak mampu lagi menahan kebiasaan buruk itu dan beliau meninggal di usia sangat belia, 16 tahun. Dalam otopsinya polisi menyimpulkan kematiannya disebabkan oleh serangan jantung yang diakibatkan oleh pembengkakan usus besar yang sangat hebat. Pembesaran usus itu menekan organ-organ dalam termasuk jantung dan mengakibatkan kegagalan fungsi jantung.

Para dokter yang menanganinya sangat menyayangkan kematiannya karena meyakini masih ada solusi medis atas penyakitnya. Ternyata selama ini emily hanya mau mengkonsumsi obat pencahar saja dan menolak tindakan medis lainnya karena sangat membenci orang lain menyentuh tubuhnya.

Sebenarna phobia toilet walaupun bukan hal yang umum terjadi namun cukup banyak kasus dan bisa diatasi dengan berbagai therapi kejiwaan. Minimal selama phobia itu masih kuat, sang pengidap bisa buang air di luar toilet. Demi kehidupan itu sah-sah saja. Kejadian takut akan toilet juga muncul pada anak-anak, karena itu kadang mereka bab di celana. Dan jika kemarahan orang tua lebih menakutkan dibanding ketakutan akan toilet, itu malah bisa menyembuhkan phobianya.

Pada kejadian emily, autisme yang dideritanya menyebabkan dia kesulitan berkomunikasi dengan orang lain. Akibatnya dia semakin sering menahan bab dan makin lama durasinya makin panjang.

Dokter otopsi menyatakan usus besar emily memanjang hampir 50% dan melingkar sepanjang tubuhnya. Itu tidak terjadi secara serta merta namun karena kebiasaannya menahan bab yang berulang. Hal seperti ini tidak hanya terjadi pada emily, pada anda dan anak anda pun bisa. Kebiasaan menahan bab akan memperpanjang usus besar sehingga usus besar memakan lebih banyak ruang pada rongga perut. Akibatnya bisa berupa perut buncit maupun gangguan kesehatan akibat tertekannya organ dalam lainnya.

Bagi anda yang kesulitan BAB entah karena anda memiliki phobia (semoga anda tidak), beol sering keras atau ambeien, mungkin anda tidak akan nyaman berada di toilet. Namun sebaiknya anda secara bijjak mencari solusi dari hal tersebut dan jangan membiasakan diri anda menahan bab.

Bab bukan hak melainkan kuwajiban anda pada tubuh anda demi kesehatan dan metabolisme tubuh yang normal. Menahan bab sebenarnya adalah kejahatan anda pada tubuh karena sudah mengambil resiko untuk menjadi tidak sehat.

sumber: www.Obat.in

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s